Breaking News
Loading...

NEW POSTING

Sunday, July 5, 2015
Taklukkan Jerman, Inggris Kunci Posisi Ketiga

Taklukkan Jerman, Inggris Kunci Posisi Ketiga

ShadowPrediksi Alberta - Tim nasional sepakbola Inggris mengunci posisi ketiga di Piala Dunia Wanita 2015. Bermain hingga babak tambahan, mereka memastikan kemenangan 1-0 atas Jerman lewat tendangan penalti Fara Williams.

Bermain di Commonwealth Stadium, Alberta, Kanada, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB, sebenarnya Jerman bermain lebih dominan. Dalam catatan Soccernet, mereka mampu melakukan penguasaan bola sebesar 54 persen, dibandingkan Inggris yang cuma 46 persen.

Jerman juga melepaskan percobaan lebih banyak. Mereka 32 kali melakukan tendangan ke arah gawang, tujuh di antaranya mengarah ke gawang.

Adalah kiper Inggris, Karen Bardsley, yang menjadi bintang dalam pertandingan itu. Dia membukukan tujuh penyelamatan untuk menghindarkan gawang Inggris dari kebobolan.

Sementara itu, Inggris sendiri mencetak 18 sepakan ke arah gawang, yang empat di antaranya tepat sasaran. Kiper Jerman Nadine Angerer sudah bermain cukup baik dengan menepis tiga tembakan tepat sasaran dari Inggris.

Kemenangan Inggris dipastikan saat pertandingan memasuki menit 118. Lianne Sanderson dilanggar oleh Tabea Kemme di dalam kotak penalti, hingga wasit menunjuk titik putih.

Williams yang menjadi algojo bisa menceploskan bola ke dalam gawang, untuk memasikan Inggris berhasil memenangi pertandingan dengan skor akhir 1-0.

Bagi timnas sepakbola wanita Inggris, ini merupakan kali pertama mencatatkan kemenangan atas Jerman, yang merupakan pemegang status juara dunia pada tahun 2003 dan 2007 itu.

Keberhasilan Inggris inipun langsung disambut dengan sangat gembira oleh sang manajer, Mark Sampson.

"Para pemain ini sungguh luar biasa. Sekarang saatnya untuk perayaan besar-besaran," kata Sampson seperti dilansir oleh Reuters.


Susunan Pemain

Jerman: Angerer, Schmidt, Bartusiak, Peter, Kemme, Lauhdehr, Behringer (Leupolz 45), Goessling (Popp 101), Dabritz, Sasic (Mittag 73), Petemann.

Inggris: Bardsley, Houghton, Bassett, Potter, Williams (Stoney 112), Scott, Bronze, Greenwood, Chapman (Sanderson 80), Carney, White (Aluko 61)

Dikutp dari  : detikSport
Musim Bravo Lebih Cerah daripada Messi dan Mascherano

Musim Bravo Lebih Cerah daripada Messi dan Mascherano

Shadowprediksi Santiago - Bolehlah kita menyebut kalau musim Claudio Bravo lebih cerah dibanding dua rekan satu klubnya, Lionel Messi dan Javier Mascherano. Meski sama-sama meraih treble bersama Barca, hanya Bravo-lah yang akhirnya meraih gelar di level internasional tahun ini.

Tentu, dengan raihan titel juara di level internasional itu, musim Bravo terbilang komplet. Sudah sukses menjuarai La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions bersama Barcelona, kini dia sukses menjuarai Copa America 2015 bersama Chile.

Ironisnya, Bravo juga ikut berperan dalam kesedihan Messi dan Mascherano. Ya, di final Chile mengandaskan perlawanan Argentina yang diperkuat oleh Messi dan Mascherano.

Bahkan, Bravo turun tangan sendiri dalam menyungkurkan Argentina. Pada pertandingan di Estadio Nacional, Santiago, Minggu (5/7) dinihari WIB, kedua tim bermain imbang 0-0 selama 120 menit sehingga harus disudahi lewat adu penalti.

Pada babak tos-tosan tersebut, Bravo satu kali menepis tendangan pemain Argentina, yakni Ever Banega. Kesuksesannya menggagalkan sepakan Banega turut andil dalam kemenangan 4-1 yang diraih Chile pada babak adu penalti tersebut.

Messi sendiri sukses mengeksekusi penalti dengan baik, sementara Mascherano tidak menendang. Sial buat Messi dan juga Argentina, dua rekannya --Banega dan Gonzalo Higuain-- gagal menjadi algojo yang apik. Jika tendangan Banega ditepis, tendangan Higuain malah melambung tinggi.

Mimpi Messi untuk meraih gelar di level internasional pun harus terkubur lagi.

Sementara Bravo, meski tidak bermain sama sekali di Liga Champions lantaran Barcelona lebih memilih Marc-Andre Ter Stegen di ajang tersebut, gelarnya musim ini lebih kompet.

Dikutip dari : detikSport
Setelah 99 Tahun, Chile Juara dan Bikin Argentina Gigit Jari Lagi

Setelah 99 Tahun, Chile Juara dan Bikin Argentina Gigit Jari Lagi

ShadowPrediksi Santiago - Untuk pertama kalinya sepanjang 99 tahun sejarah Copa America, Chile sukses menjadi juara. Kesuksesan pertama mereka itu sekaligus membuat Argentina gigit jari lagi.

Ya, baru pada tahun inilah, ketika Copa America dihelat di negara sendiri, Chile mengangkat trofi. Sebelumnya, Chile sudah empat kali menjadi runner-up.

Chile pertama kali melangkah ke final pada tahun 1955 --dulu masih bernama Campeonato Sudamericano de Football (South American Football Championship). Ketika itu, Copa America juga dilangsungkan di negara sendiri dan formatnya masih dalam bentuk grup, di mana tiap tim peserta saling berhadapan satu kali.

Pada perhelatan tersebut, Chile finis di bawah Argentina yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Pada pertandingan terakhir di grup itu pula, Chile kalah 0-1 dari Argentina.

Setahun berselang --dalam sebuah turnamen edisi ekstra, tapi masih diakui secara resmi oleh CONMEBOL--, Chile mengalami nasib yang sama. Kali ini, mereka harus puas menjadi runner-up di bawah Uruguay.

Ketika masuk ke era Copa America, Chile dua kali menjadi runner-up lagi, masing-masing pada tahun 1979 dan 1987. Pada dua edisi tersebut, Chile kalah dari Paraguay dan Uruguay di partai puncak.

Baru pada tahun ini, Chile kembali melangkah ke final. Kali ini, mereka tidak gagal. Setelah mendominasi sepanjang 120 menit, Chile menang 4-1 atas Argentina lewat adu penalti.

Kemenangan tersebut membuat Argentina kembali gigit jari. Dalam empat edisi terakhir, termasuk tahun 2015, Argentina tiga kali melaju ke final. Namun, pada tiga kesempatan tersebut, 'Tim Tango' selalu kalah.

Sebelum takluk di tangan Chile, Argentina dua kali takluk dari Brasil pada edisi 2004 dan 2007. Sampai saat ini, Argentina adalah kolektor runner-up terbanyak dengan catatan 13 kali menjadi runner-up.

Dikutip dari : detikSport
'Tim Tango' yang Mati Kutu Saat Adu Penalti

'Tim Tango' yang Mati Kutu Saat Adu Penalti

Shadowprediksi Santiago - Tim nasional Argentina masih belum mampu menyudahi puasa gelar selama lebih dari dua dekade. Kegagalan tim Tango saat adu tendangan penalti di final Copa America, bukanlah untuk kali yang pertama.

Argentina harus mengakui keunggulan Chile di laga final Copa America 2015. Bertanding di Estadio Nacional, Santiago, Chile, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB, mereka kalah saat tos-tosan dengan skor akhir 1-4.

Lionel Messi menjadi satu-satunya eksekutor Argentina yang berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang. Sementara itu, tendangan Gonzalo Higuain melayang jauh di atas mistar. Sedangkan eksekusi dari Ever Banega, diblok oleh kiper Chile Claudio Bravo.

Opta mencatat bahwa Argentina juga pernah gagal saat melakoni adu penalti di babak puncak Copa America. Itu terjadi pada tahun 2004, ketika menghadapi Brasil.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Nacional, Lima, Peru, pada 11 tahun silam, Argentina kalah dengan skor akhir 2-4.

Argentina kembali menjadi runner-up pada ajang Copa America tiga tahun berselang. Dalam edisi itu, Albiceleste bukan kalah adu penalti, tapi kalah telak tiga gol tanpa balas saat melawan Selecao.

Selain menjadi tim yang selalu gagal saat melakoni adu penalti di dua laga final, Argentina juga dicatat Opta menjadi tim pertama yang gagal berurutan di final Piala Dunia dan Copa America.

Saat berlaga di Piala Dunia 2014, Argentina juga harus puas menempati posisi runner-up setelah menelan kekalahan dari tim nasional Jerman.

Dikutip dari : detikSport
Kegagalan Adu Penalti di Piala Dunia yang Bantu Chile Juara

Kegagalan Adu Penalti di Piala Dunia yang Bantu Chile Juara

ShadowPrediksi Santiago - Chile meraih trofi Copa America untuk pertama kalinya setelah menang adu penalti atas Argentina. Pil pahit saat tersingkir dari Piala Dunia akibat tos-tosan disebut turut membantu sukses La Roja.

Chile harus bersusah payah untuk memetik kemenangan melawan Argentina dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Nacional, Santiago, Chile, Minggu (5/7/2015). Laga masih sama kuat 0-0 hingga babak tambahan waktu, pertandingan pun harus lanjut sampai tos-tosan.

Dalam babak adu penalti ini, empat eksekutor Chile, Matias Fernandez, Arturo Vidal, Charles Aranguiz, dan Alexis Sanchez, sukses menyarangkan bola.

Sementara di kubu Argentina, cuma Lionel Messi yang sukses memasukkan bola. Sepakan Gonzalo Higuain melesat jauh di atas mistar, sementara tendangan Ever Banega ditepis oleh Claudio Bravo.

Bravo mengungkapkan bahwa pengalaman di Brasil tahun lalu membantu Chile memenangi adu penalti kali ini. Tim besutan Jorge Sampaoli sudah belajar dari pengalaman gagal adu penalti saat melawan Brasil di babak 16 besar.

Dalam pertandingan di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, pada 28 Juni lalu, mereka takluk 2-3. Kala itu, dua eksekutor pertama Chile, Mauricio Pinilla dan Sanchez, gagal menyarangkan bola ke dalam gawang. Pengalaman itulah yang menjadi patokan Bravo menghaapi adu penalti kali ini.

"Kami mempunyai pengalaman dari Piala Dunia. Saya mengatakan pada rekan-rekan setim, bahwa mereka akan gagal dalam dua penalti, dan kami akan menang," ujar Bravo di situs resmi Copa America.

Bravo juga mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan impiannya yang menjadi kenyataan.

"Saya selalu bermimpi bisa mengangkat piala Copa di sutau hari. Ini merupakan momennya. Kami harus meninggalkan sejarah negatif. Ini didedikasikan untuk seluruh masyarakat Chile," ungkap kiper milik Barcelona itu.

Dikutip dari : detikSport
Saturday, July 4, 2015
Prediksi Chile vs Argentina  Untuk tanggal 05 juli 2015 pukul 03.00 wib Copa America

Prediksi Chile vs Argentina Untuk tanggal 05 juli 2015 pukul 03.00 wib Copa America

Bagi para Penggemar Pertandingan Kali ini Berikut Rangkuman Prediksi Chile vs Argentina  Untuk tanggal 05 juli 2015 pukul 03.00 wib


Head To Head Chile vs Argentina :
  • 17/10/2012 Chile  1 – 2  Argentina
  • 08/10/2011 Argentina  4 – 1  Chile
  • 16/10/2008 Chile 1 – 0  Argentina
  • 14/10/2007 Argentina  2 – 0  Chile
  • 18/04/2007 Argentina  0 – 0  Chile
Lima pertandingan terakhir Chile :
  • 30/06/2015 Chile 2 – 1 Peru
  • 25/06/2015 Chile 1 – 0 Uruguay
  • 16/06/2015 Chile 3 – 3 Meksiko
  • 12/06/2015 Chile 2 – 0 Ekuador
  • 06/06/2015 Chile 1 – 0 El Salvador
Lima Pertandingan Terakhir Argentina :
  • 01/07/2015 Argentina 6-1 Paraguay
  • 27/06/2015 Argentina P 0 – 0 Colombia
  • 21/06/2015 Argentina 1 – 0 Jamaica
  • 17/06/2015 Argentina 1 – 0 Uruguay
  • 14/06/2015 Argentina 2 – 2 Paraguay
Prediksi Squad Formasi Dan Susunan Para Pemain Chile vs Argentina  :

CHILE : Bravo, Isla, Medel, Rojas, Albornoz, Diaz, Aranguiz, Vidal, Valdivia, Sanchez, Vargas

ARGENTINA : Romero, Zabaleta, Rojo, Otamendi, Demichelis, Biglia, Mascherano, Pastore, Di Maria, Messi, Aguero

Prediksi Score Chile 1 vs 3 Argentina  Untuk tanggal 05 juli 2015 pukul 03.00 wib Copa America

Bursa Taruhan Bola
Chile vs Argentina
Handicap = 1/4 : 0
Over / Under = 40% - 60%
Inter Sambut Gembira Kedatangan Montoya

Inter Sambut Gembira Kedatangan Montoya

ShadowPrediksi Milan - Martin Montoya akhirnya resmi bergabung dengan Inter Milan. Bek berusia 24 tahun tersebut bergabung dengan status pinjaman dengan opsi dipermanenkan setelah masa peminjaman selesai.

Montoya tiba di Milan, Kamis (2/7/2015) waktu setempat, dan langsung menjalani tes medis. Kedatangan Montoya disambut langsung oleh Presiden Inter, Erick Thohir, di Bandara Malpensa, Milan.

Montoya sendiri setuju untuk dipinjamkan ke Inter setelah kesulitan mendapatkan tempat di Barcelona. Musim lalu, dia hanya bermain 12 kali setelah kalah bersaing dengan Dani Alves.

Kedatangan Aleix Vidal dari Sevilla pun semakin membuat Montoya tersudut.

"FC Internazionale dengan dengan gembira mengumumkan bahwa Martin Montoya bergabung dari Barcelona dengan status pinjaman. Nerazurri juga memiliki opsi untuk mempermanenkannya," tulis pernyataan resmi Inter.

"Bek berusia 24 tahun asal Spanyol tersebut memenangi sembilan trofi selama karier domestik dan internasionalnya, dan bergabung setelah meraih treble bersama Barcelona musim lalu."

"Semua orang di Inter mengucapkan selamat datang kepada Martin!"

Montoya jadi pemain kelima yang didatangkan Inter di bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, mereka sudah mendatangkan Geoffrey Kondogbia, Miranda, Jeison Murillo, dan Matteo Bianchetti.


Dikutip dari :detikSport
Peru Raih Tempat Ketiga Usai Kalahkan Paraguay

Peru Raih Tempat Ketiga Usai Kalahkan Paraguay

ShadowPrediksi Concepcion - Peru mengulangi capaian mereka empat tahun silam di Copa America. Menang 2-0 atas Paraguay, tim besutan Ricardo Gareca tersebut meraih tempat ketiga.

Peru maju ke perebutan tempat ketiga setelah kalah 1-2 di tangan Chile pada babak semifinal. Sementara, Paraguay kalah 1-6 dari Argentina di babak yang sama.

Keduanya berkesempatan untuk tidak pulang dengan tangan hampa dengan memainkan laga perebutan tempat ketiga di Estadio Municipal de Concepcion, di Concepcion, Sabtu (4/7) pagi WIB.

Laga tersebut relatif imbang dari sudut pandang penguasaan bola. Peru hanya unggul tipis dalam hal ball possession dengan perbandingan 51:49.

Namun demikian, Paolo Guerrero dkk. lebih banyak menciptakan kesempatan untuk mencetak gol ketimbang Paraguay. Tercatat, Peru punya 13 attempts dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Sementara, Paraguay punya 8 attempts dengan 3 di antaranya tepat sasaran.

Kendati memiliki banyak peluang di babak pertama, Peru tak bisa memaksimalkannya dengan baik. Barulah di menit ke-48 mereka bisa membobol gawang Paraguay.

Berawal dari sebuah tendangan penjuru, bola berusaha dihalau oleh barisan pertahanan Paraguay. Namun, bola justru jatuh di hadapan Andre Carrillo. Tanpa buang waktu, Carrillo pun langsung melepaskan sepakan kaki kanan datar yang gagal dijangkau kiper Paraguay, Justo Villar.

Lima menit berselang, Peru mendapatkan kesempatan lewat Juan Vargas, tetapi tendangannya masih melambung.

Paolo Guerrero juga sempat mendapatkan peluang pada menit ke-56. Tapi, tendangannya yang dilepaskan dari luar kotak penalti juga masih bisa diblok.

Paraguay membalas. Pada menit ke-65, mereka mendapatkan peluang lewat Oscar Romero. Sial baginya, tendangannya dari luar kotak penalti masih bisa digagalkan kiper Peru, Pedro Gallese.

Gol kedua Peru baru lahir pada menit ke-89. Diawali oleh serangan balik yang dibangun dari sisi kanan, bola diberikan Joel Sanchez kepada Paolo Guerrero yang berada di dalam kotak penalti. Lewat sepakan kaki kanan, Guerrero pun membawa Peru unggul 2-0.

Skor tersebut bertahan sampai peluit panjang dibunyikan. Peru pun mengulangi capaian empat tahun silam. Ketika itu, mereka juga meraih tempat ketiga setelah menang 4-1 atas Venezuela.

Susunan Pemain

Peru: Gallese, Vargas, Ramos, Advincula, Ascues, Cueva, Reyna (Joel Sanchez 84), Lobaton (Yotun 58), Carrillo (Hurtado 89), Ballon, Guerrero.

Paraguay: Villar, Caceres, Aguilar, Samudio, Da Silva, Caceres, (Aranda 59), Bobadilla, Martinez (Benitez 57), Ortigoza (Ortiz 64), Romero, Barrios.

Dikutip dari : detikSport
Sampaoli dan Stafnya, Orang-orang Argentina yang Ingin Chile Juara

Sampaoli dan Stafnya, Orang-orang Argentina yang Ingin Chile Juara

ShadowPrediksi Santiago - Tak semua orang Argentina ingin La Albiceleste juara Copa America 2015. Setidaknya ada Jorge Sampaoli dan stafnya di tim nasional Chile yang bertekad mengalahkan Argentina.

Chile, selaku tuan rumah, akan menghadapi Argentina dalam pertandingan puncak Copa America tahun ini di Estadio Nacional, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB.

Itu menjadi peluang La Roja menjadi juara Copa America untuk kali pertama, setelah pada empat kesempatan sebelum ini cuma mampu menjadi runner-up (1955, 1956, 1979, 1987).

Untuk Sampaoli dan juga stafnya di timnas Chile, laga nanti akan memberi nuansa tersendiri. Pasalnya mereka adalah orang-orang Argentina yang, atas dasar profesionalisme, akan berusaha membawa La Roja juara.

"Kami akan menggunakan sistem yang sudah kami gunakan sepanjang Copa. Itulah sistemnya dan juga gaya yang sudah mengantar kami ke tingkat ini sekarang, jadi kami akan berusaha main dengan cara yang sama," ucap Sampaoli seperti dikutip Soccerway.

"Ini merupakan ajang olahraga yang membuat saya terhubung dengan sekumpulan pemain dan sebuah negara yang sudah memilih saya sebagai pelatih mereka. Tugas saya adalah bersama dengan para pemain dan negara ini."

"Saya orang Argentina dan tak punya kebangsaan Chile, tapi saya antusias dengan kesempatan membuat Chile jadi juara. Itu tak bisa ditawar-tawar. Staf kepelatihan seluruhnya dari Argentina, tapi kami semua ingin Chile jadi juara," katanya.

Dikutip dari : detikSport
Wanita yang memukau Ana de la Reguera yang membuat banyak pria yang jatuh hati

Wanita yang memukau Ana de la Reguera yang membuat banyak pria yang jatuh hati

Ana memulai karirnya sebagai seorang jurnalis di sebuah TV lokal di Veracruz. Kecantikannya mengundang perhatian banyak produser entertainment di Meksiko, terutama setelah ia memenangi kontes kecantikan Miss Veracruz. Karir aktingnya dimulai di tahun 1996, di mana ia memerankan sebuah peran pembantu dalam telenovela berjudul "Azul." Selain tampil dalam berbagai film berbahasa Spanyol, Ana juga beberapa kali membintangi film-film berbahasa Inggris.

















Friday, July 3, 2015
Cleverley Bakal Hidup Lagi di Everton

Cleverley Bakal Hidup Lagi di Everton

ShadowPrediksi Liverpool - Keputusan Tom Cleverley untuk bergabung dengan Everton dinilai tepat. Bersama klub asal kota pelabuhan Liverpool itu, Cleverley diprediksi bakal memperbaiki kariernya.

Cleverley didatangkan dari Manchester United tanpa nilai transfer sepeser pun alias gratis. Kontraknya bersama United yang habis pada tahun ini tidak diperpanjang oleh tim yang sudah dibelanya sejak masih level junior tersebut.

Performa Cleverley dalam beberapa musim terakhir memang menurun. Berbagai cedera yang kerap membekapnya membuatnya kesulitan untuk menemukan konsistensi.

Saking buruknya, Cleverley sempat ditolak oleh pendukung tim nasional Inggris. Sebelum Piala Dunia 2014 bergulir, para pendukung The Three Lions ramai-ramai menandatangani petisi agar Cleverley tidak dimasukkan ke dalam skuat.

Tentu, itu bukan sesuatu yang menyenangkan untuk Cleverley. Dari reruntuhan kariernya itu, dia membangun ulang sedikit demi sedikit. Bersama klub yang meminjamnya, Aston Villa, pada musim 2014/2015, Cleverley bermain 31 kali dan mencetak 3 gol.

Performanya bersama Aston Villa itu sudah cukup untuk membuat manajer Everton, Roberto Martinez, memutuskan untuk menggaetnya. Martinez sendiri bukan orang asing untuk Cleverley. Pria asal Spanyol itu pernah melatih Cleverley ketika memperkuat Wigan Athletic pada musim 2010/2011.

Pada musim itu, Cleverley yang sedang dipinjamkan ke Wigan mencuat. Dia mencetak 4 gol dalam 25 pertandingan bersama The Latics.

Keputusan Martinez untuk menggaetnya pun dipuji oleh kapten Everton, Phil Jagielka. Dia meyakini bahwa Cleverley bakal hidup lagi bersama Everton.

"Baguslah dia mendapatkan kesempatan untuk pergi sebagai pemain pinjaman musim lalu karena segalanya tidak berjalan lancar di Manchester United untuknya," ujar Jagielka di Daily Mail.

"Dia membuktikan di Aston Villa bahwa banyak orang salah menilainya. Dia juga mencetak gol ke gawang kami, yang mana saya yakin bakal membuatnya kesulitan ketika dia datang ke sini."

"Dia adalah pemain hebat dan bakal cocok bakal skema bikinan manajer. Dia juga bisa bermain di berbagai posisi," kata Jagielka.

Dikutip dari : detikSport
Misi Argentina Lunasi 'Utang' Musim Panas Lalu

Misi Argentina Lunasi 'Utang' Musim Panas Lalu

ShadowPrediksi Santiago - Sergio Aguero punya hasrat meluap-luap menjuarai Copa America 2015 demi melunasi sebuah utang. Ia yakin perasaan serupa kurang-lebih dimiliki oleh rekan-rekannya di tim nasional Argentina.

Musim panas lalu La Albiceleste mampu melaju sampai partai puncak Piala Dunia 2014. Tetapi ketika itu mereka harus merasakan kekecewaan akibat kalah dari Jerman di extra time.

Setahun berlalu, musim panas ini Argentina kembali bisa menjejak final. Copa America menjadi ajangnya. Argentina, dan khususnya Aguero, tentu tidak mau kecewa lagi seperti tahun lalu.

"Aku selalu bilang bahwa apa yang terjadi di Piala Dunia, karena aku tidak tiba dengan kondisi terbaik, masih menyisakan kepedihan dalam diriku," kata Aguero kepada La Nacion.

"Sekarang aku merasa lebih baik, aku tiba dengan lebih baik dan itu merupakan sebuah utang yang akan aku coba lunasi di Copa. Kami akan senantiasa merasakan getir dari final dengan Jerman, tetapi menjuarai Copa akan memberi kami lebih banyak kegembiraan," ucapnya.

Argentina akan menghadapi tuan rumah Chile dalam partai puncak yang dilangsungkan Minggu (5/7/2015) dinihari WIB.

Dikutip dari : Sportdetik
milan melakukan kontrak dengan adriano

milan melakukan kontrak dengan adriano

Luiz adriano akan bergabung dengan milan untuk memulai yang baru dari klub serie a musim ini setelah klub mencapai kesepakatan dengan shakhtar .

ShadowPrediksi-Milan telah mengumumkan penandatanganan striker brazil luiz adriano dari shakhtar .Adriano , yang mencetak sembilan kali dalam tujuh pertandingan liga champions uefa musim lalu , telah menandatangani kontrak hingga juni tahun 2020 di san siro .Kesepakatan di shakhtar berusia 28 tahun yang ditetapkan untuk kadaluarsa pada akhir tahun ini , dengan transfer sekitar laporan-laporan awal menunjukkan dia akan pindah ke italia bulan januari depan .Tapi sebuah pernyataannya di situs resmi milan adriano dikonfirmasi akan bergabung dengan mereka yang berlaku segera , dengan uang transfer sebesar yang diberitakan di wilayah � � � 8million tidak disebutkan secara resmi .Pernyataan tersebut yaitu membaca ' ac milan mengumumkan bahwa mereka telah diperoleh hari ini langsung dari shakhtar donetsk fc luiz adriano pemain yang menandatangani kontrak berakhir pada 30 juni tahun 2020 .Pemain akan bergabung dengan tim di beberapa hari mendatang . 'Sebelumnya pada kamis , milan mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk menandatangani kesepakatan sevi.

Berita ini dikutip dari : beinsports
Peru v paraguay: diaz menghitung biaya kerugian semifinal

Peru v paraguay: diaz menghitung biaya kerugian semifinal

Kunci laki-laki derlis gonzalez dan roque santa cruz akan hilang selama paraguay dalam copa america ketiga play-off melawan peru .

ShadowPrediksi-Paraguay tidak akan diperkuat duo roque santa cruz dan menyerang derlis gonzalez ketika mereka bertemu peru dalam copa america ketiga play-off .Ramon diaz pria itu bertujuan untuk bouncing kembali dari sebuah merendahkan 6-1 semifinal mengalahkan ke argentina dan harus melakukannya dengan sebuah garis reshaped ke depan .Mengalami hamstring striker santa cruz berkelanjutan sebuah ketegangan dan gonzalez cedera pahanya di dalam pembukaan setengah jam di concepcion .Diaz maju kesengsaraan tidak berakhir di situ , dengan nelson haedo valdez keperawatan masalah paha , sementara pemain belakang bruno valdez menderita keluhan yang sama .Namun , san lorenzo pemain tengah nestor ortigoza telah kembali dalam pertengkaran setelah ketukan memerintah dia keluar dari perempat final mengalahkan brazil dan pertandingan semifinal mengikat .Peru memiliki jauh lebih sedikit cedera kekhawatiran sebagai mereka tujuan untuk mereplikasi mereka menyelesaikan ketiga dari empat tahun lalu .Schalke bintang jefferson farfan nona ~

Berita ini diambil dari : beinsports
Hanya schweinsteiger dapat menentukan bayern depan - guardiola

Hanya schweinsteiger dapat menentukan bayern depan - guardiola

Bastian schweinsteiger terus dihubungkan dengan manchester united , tapi pep guardiola ingin terus bersama pemain tengah bayern munich .

Pep guardiola mengatakan hanya bastian schweinsteiger dapat menentukan masa depan di tengah bayern munich itu terus hubungan dengan pergerakan ke manchester united .Kapten jerman schweinsteiger telah terukir namanya cerita rakyat ke bayern setelah memenangi delapan gelar liga utama jerman , tujuh dfb-pokals dan liga champions uefa pada tahun 2013 setelah melakukan debutnya pada 2002 .Akan tetapi , pemain tengah yang memenangi piala dunia telah dikabarkan berada di jalur untuk sebuah reuni dengan mantan bos bayern louis van gaal di old trafford setelah melakukan hanya 15 mulai liga musim lalu .Yang berusia 30 tahun awal pekan ini mengisyaratkan bahwa masa depannya tetap bersama orang jerman juara , kata guardiola dan pelatih kepala schweinsteiger telah mempunyai hak untuk membuat keputusan sendiri .Saya katakan padanya ' ' ' masa depan tergantung pada anda .Basti telah berhasil dalam karir yang hebat .Ia harus memutuskan apa yang dia lakukan sendirian , ' guardiola mengatakan pada konferensi pers di thur
.

Info berita dari : beinsports
Thursday, July 2, 2015
Prediksi USA vs Guatemala Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 05.30 wib WORLD: Friendly International

Prediksi USA vs Guatemala Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 05.30 wib WORLD: Friendly International

Bagi para Penggemar Pertandingan Kali ini Berikut Rangkuman Prediksi USA vs Guatemala Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 05.30 wib

Last matches: USA
  • 11.06.15    FRI    Germany vs USA    1 : 2    
  • 06.06.15    FRI    Netherlands vs USA    3 : 4    
  • 16.04.15    FRI    USA vs Mexico    2 : 0    
  • 31.03.15    FRI    Switzerland vs USA    1 : 1    
  • 26.03.15    FRI    Denmark vs USA    3 : 2    
Last matches: GUATEMALA
  • 16.06.15    WOR    Bermuda vs Guatemala    0 : 1    
  • 13.06.15    WOR    Guatemala vs Bermuda    0 : 0    
  • 07.06.15    FRI    Uruguay vs Guatemala    5 : 1    
  • 31.05.15    FRI    Mexico vs Guatemala    3 : 0    
  • 01.04.15    FRI    El Salvador vs Guatemala    0 : 0    
Head-to-head matches: USA vs GUATEMALA
  • 06.07.13    FRI    USA vs Guatemala    6 : 0
  • 17.10.12    WOR    USA vs Guatemala    3 : 1
  • 13.06.12    WOR    Guatemala vs USA    1 : 1
  • 20.11.08    WOR    USA vs Guatemala    2 : 0
  • 21.08.08    WOR    Guatemala vs USA    0 : 1
Prediksi Squad Formasi Dan Susunan Para Pemain USA vs Guatemala :

USA : Rimando, Johnson, Orozco, Chandler, Garza, Brooks, Bradley, Bedoya, Altidore,  Johannsson, Zardes.

Guatemala : Motta, Lalin, Cincotta, Vasquez, Lopez, Contreras, Avila, Marquez, Aparicio, Ruiz, Pappa
Prediksi Score USA 3 vs 1 Guatemala Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 05.30 wib WORLD: Friendly International

Bursa Taruhan Bola
USA vs Guatemala
Handicap = 0 : 2
Over / Under = 60% - 40%
Prediksi Peru vs Paraguay Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 06.30 wib SOUTH AMERICA: Copa América

Prediksi Peru vs Paraguay Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 06.30 wib SOUTH AMERICA: Copa América

Bagi para Penggemar Pertandingan Kali ini Berikut Rangkuman Prediksi Peru vs Paraguay Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 06.30 wib

Last matches: PERU
  • 30.06.15 COP    Chile vs Peru    2 : 1   
  • 26.06.15 COP    Bolivia vs Peru    1 : 3   
  • 22.06.15 COP    Colombia vs Peru    0 : 0   
  • 19.06.15 COP    Peru vs Venezuela    1 : 0   
  • 15.06.15 COP    Brazil vs Peru    2 : 1   
Last matches: PARAGUAY
  • 01.07.15 COP    Argentina vs Paraguay    6 : 1   
  • 28.06.15 COP    Brazil    Paraguay    1 : 2(1 : 1)   
  • 21.06.15 COP    Uruguay vs Paraguay    1 : 1   
  • 17.06.15 COP    Paraguay vs Jamaica    1 : 0   
  • 14.06.15 COP    Argentina vs Paraguay    2 : 2   
Head-to-head matches: PERU vs PARAGUAY
  • 19.11.14 FRI    Peru vs Paraguay    2 : 1
  • 15.11.14 FRI    Paraguay vs Peru    2 : 1
  • 17.10.12 WOR    Paraguay vs Peru    1 : 0
  • 08.10.11 WOR    Peru vs Paraguay    2 : 0
  • 12.02.09 FRI    Peru vs Paraguay    0 : 1
Prediksi Squad Formasi Dan Susunan Para Pemain Peru vs Paraguay :

Monaco : Subasic, Echiejile, Adbennour, Toure, Fabinho, Wallace, Dirar, Moutinho. Kondogbia, Bernardo Silva, Berbatov

Shakhtar : Pyatov; Srna, Kucher, Rakitskiy, Shevchuk; Stepanenko; Douglas Costa, Fernando, Alex Teixeira, Taison; Luiz Adriano.

Prediksi Score Peru vs Paraguay Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 06.30 wib SOUTH AMERICA: Copa América

Bursa Taruhan Bola
Peru vs Paraguay
Handicap = 0 : 1/4
Over / Under = 50% - 50%
Prediksi Vasteras SK vs Forward Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 21.00 wib SWEDEN: Division 1

Prediksi Vasteras SK vs Forward Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 21.00 wib SWEDEN: Division 1

Bagi para Penggemar Pertandingan Kali ini Berikut Rangkuman Prediksi Vasteras SK vs Forward Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 21.00 wib

Last matches: VASTERAS SK
  • 27.06.15    DIV    Carlstad vs Vasteras SK    2 : 1    
  • 21.06.15    DIV    Vasteras SK vs Nykopings    1 : 4    
  • 14.06.15    DIV    Vasteras SK vs Vasalunds    1 : 2    
  • 06.06.15    DIV    Akropolis vs Vasteras SK    6 : 1    
  • 02.06.15    DIV    Vasteras SK vs Dalkurd    2 : 3    
Last matches: FORWARD
  • 28.06.15    DIV    Sodertalje FK vs Forward    2 : 2    
  • 21.06.15    DIV    Huddinge vs Forward    4 : 2    
  • 14.06.15    DIV    Forward vs Akropolis    1 : 2    
  • 06.06.15    DIV    Dalkurd vs Forward    1 : 1    
  • 31.05.15    DIV    Umea FC vs Forward    3 : 1    
Head-to-head matches: VASTERAS SK vs FORWARD
  • 16.09.14    DIV    Vasteras SK vs Forward    0 : 1
  • 24.05.14    DIV    Forward vs Vasteras SK    1 : 2
  • 22.09.13    DIV    Forward vs Vasteras SK    0 : 0
  • 19.05.13    DIV    Vasteras SK vs Forward    1 : 1
  • 28.08.12    DIV    Vasteras SK vs Forward    2 : 2
Prediksi Squad Formasi Dan Susunan Para Pemain Vasteras SK vs Forward :

Vasteras SK : D. Svensson, D. Foric, O. Malmkvist, D. Montiel, B. Ljevar, K. Salimi, P. Grönvall, Joakim Häll, S. Johansson, S. Kebbeh-Hermann, M. Buya-Turay
Pelatih: F. Ramström

Forward : I. Diawara, J. Nilsson, M. Bulun, E. Berger, E. Björndahl, K. Mathisen, A. Wettéus, S. Ring, F. Albertsson, A. Bukva, L. Lamu
Pelatih: M. Kihlberg
Prediksi Score Vasteras SK 0 vs 1 Forward Untuk tanggal 04 juli 2015 pukul 21.00 wib SWEDEN: Division 1

Bursa Taruhan Bola
Vasteras SK vs Forward
Handicap = 3/4 : 0
Over / Under = 50% - 50%
Piala Dunia Wanita – Jepang Singkirkan Inggris Lewat Gol Bunuh Diri di Menit-menit Akhir

Piala Dunia Wanita – Jepang Singkirkan Inggris Lewat Gol Bunuh Diri di Menit-menit Akhir

Shadow Prediksi Edmonton – Jepang memastikan diri lolos ke final Piala Dunia Wanita usai mengalahkan Inggris 2-1. Ironisnya untuk Inggris, gol penentu kemenangan Jepang lahir lewat gol bunuh diri pemain mereka, Laura Bassett, di menit-menit akhir.

Dengan kemenangan tersebut, Jepang bakal berjumpa dengan Amerika Serikat pada laga final yang akan dihelat di Vancouver, 5 Juli 2015 waktu setempat. Ini merupakan ulangan dari final 2011, di mana Jepang ketika itu menang 3-1 atas AS lewat adu penalti.

Jepang pun berkesempatan untuk mempertahankan gelar mereka dan menjadi tim kedua setelah Jerman yang bisa melakukannya. Sementara bagi AS, ini adalah kesempatan untuk membalas kekalahan empat tahun silam dan meraih gelar yang terakhir kali mereka dapatkan pada 1999.

Pertandingan antara Jepang vs Inggris sendiri berjalan menarik. Laga yang dihelat di Commonwealth Stadium, Edmonton, Kamis (2/7) pagi WIB, tersebut memperlihatkan bagaimana Jepang, yang tampil mendominasi penguasaan bola, kesulitan menembus pertahanan Inggris.

Jepang hanya memiliki 4 attempts sepanjang pertandingan dan hanya 1 di antaranya yang tepat sasaran. Sebaliknya, Inggris punya 11 attempts, tetapi hanya 2 di antaranya yang tepat sasaran.

Dalam catatan BBC, hanya menyentuh bola sebanyak dua kali di dalam kotak penalti Inggris. Ini membuat kekalahan kian terasa menyesakkan bagi Inggris.

Jepang unggul lebih dulu pada menit ke-32 ketika Claire Rafferty melakukan pelanggaran terhadap Saori Ariyoshi di dalam kotak penalti. Jepang pun mendapatkan tendangan penalti.

Eksekusi yang dilakukan oleh kapten Jepang, Aya Miyami, tidak mampu dibendung oleh kiper Inggris, Karen Bardsley. Jepang pun unggul 1-0.

Sebelum babak kedua berakhir, Inggris membalas dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 –juga lewat tendangan penalti. Pelanggaran yang dilakukan Yuki Ogimi terhadap Stephanie Houghton membuat wasit menunjuk titik putih.

Fara Williams yang mengambil eksekusi tersebut tidak membuang kesempatan. Dia sukses menaklukkan Ayumi Kaihori, si penjaga gawang Jepang.

Dalam kedudukan 1-1, Inggris mendapatkan berbagai peluang untuk menciptakan gol kedua. Salah satunya adalah lewat sundulan Jill Scott yang masih menyamping tipis di sebelah gawang Jepang.

Ironisnya buat Inggris, Jepang yang kesulitan untuk masuk ke dalam kotak penalti itu malah menciptakan gol kedua di menit 90+2.

Berawal dari serangan yang dibangun dari sisi kanan, bola diarahkan ke kotak penalti Inggris. Begitu bola sampai ke dalam kotak penalti, Bassett langsung berusaha menghalau dengan kaki kanannya.

Sial bagi Bassett, bola melambung tinggi melewati kiper timnya sendiri, mengenai mistar gawang, dan memantul ke tanah. Dari hasil pengamatan teknologi garis gawang, terlihat jelas bahwa bola sudah melewati garis.

Jepang pun lolos ke final, sementara Bassett harus ditenangkan oleh rekan-rekan satu timnya.

(dtc/roz) Sumber: detiksport
Bayern: Douglas Costa Bukan Pengganti Ribery

Bayern: Douglas Costa Bukan Pengganti Ribery

Shadow Prediksi Munich – Douglas Costa, yang baru saja dibeli Bayern Munich, memang bisa bermain di berbagai posisi, termasuk posisi yang biasa diisi oleh Franck Ribery. Namun, Bayern membantah Douglas adalah pengganti Ribery.

Bayern memboyong Douglas dari Shakhtar Donetsk dengan nilai transfer 30 juta euro. Die Roten telah mengontrak pesepakbola asal Brasil itu selama lima tahun.

Douglas adalah seorang gelandang serang yang bisa beroperasi di beberapa sisi lapangan. Akan tetapi, Bayern menegaskan bahwa mereka mendatangkan pemain 24 tahun itu bukan untuk menggantikan Ribery.

Ribery, yang sekarang sudah berumur 32 tahun, dalam beberapa waktu terakhir sering absen karena diganggu berbagai cedera.

“Dia sangat serba bisa, mungkin tidak di barisan pertahanan, tapi dia bisa bermain di berbagai posisi,” ujar Direktur Olahraga Bayern, Matthias Sammer, di Soccerway.

“Dalam kaitannya dengan Franck Ribery, yang sudah lama cedera, saya pikir itu sangat tidak sopan,” tambahnya.

“Dia cedera, tak bisa berlatih bersama tim. Tapi, dia masih pemain Bayern Munich. Kami akan menunggunya. Dia mendapat dukungan penuh kami dan kami berharap dia akan kembali fit sesegera mungkin,” kata Sammer.

“Douglas Costa bukanlah penggantinya. Tentu saja, Costa bisa bermain di sisi kanan karena dia bisa menusuk ke tengah dengan memanfaatkan kekuatan kaki kirinya. Tapi, dia juga bisa bermain di sisi kiri dan area tengah,” jelasnya.

“Saya melihat dia sebagai seorang pemain yang ofensif dengan banyak fleksibilitas,” kata Sammer.

(dtc/mfi) Sumber: detiksport
Wednesday, July 1, 2015
Model SPG hot Charma Juinda

Model SPG hot Charma Juinda

Charma Juinda adalah model super cantik yang sering tampil dalam beberapa acara televisi nasional sebagai seorang SPG (Sales Promotion Girl). Charma tak hanya menjadi talent spg di YKS tapi di beberapa acara dan station tv antara lain:  ILK (Indonesia Lawak Klub / Trans 7), Big Deddy (Global TV) dan masih banyak lagi. Nah mendadak namanya menjadi terkenal setelah Billy Syahputra adik dari Olga Syahputra dikabarkan jatuh cinta kepada Charma Juinda dan tega meninggalkan Shanaz Shadiqah adik dari presenter kondang Raffi Ahmad.Profil dan Biodata Charma Juinda

    Nama asli: Sharma Endah Altar Juinda
    Nama panggilan: Charma
    Status: Janda Beranak Satu
    Lokasi: Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia
    Lahir: 8 November, 1980
    Agama: Islam
    Pasangan (s) Alex Hardy Prakoso
    Anak Cherryline Prakoso
    Orang tua : Arif Chandra Zainuddin (Ayah) – Rumalina Juinda (Ibu)
    Pekerjaan: Aktris dan model
    Twitter: @charmajuinda
    Facebook: Charma Juinda
    Instagram: charmajuinda

Film yang dibintangi:

    Pasir Berbisik (2001)
    Kuntilanak (2006)


















Back To Top